Object Oriented Programing (OOP) Dan Procedural Programing
OOP atau Object
Oriented Programing merupakan gaya pemrograman atau pradigma atau juga cara
kita menulis code program kita. Tapi sebelum itu kita harus paham dulu mengenai
sebuah pradigma pemrograman lain, yaitu Procedural Programing.
Karakteristik Procedural
Programing
- Intruksi langkah demi langkah
- Melakukan modularisasi, dengan cara memecah program
menjadi bagian-bagian kecil
- Bagian-bagian kecil tersebut dalam bahasa pemrograman
lainnya
- Procedural programing disebut juga linear, pembacaan
code dari atas ke bawah (Top to Bottom)
- Bahasa yang menggunakan procedural antara lain,
Foftran, ALGOL, COBOL, Pascal, C, PHP, JavaScript. Bahasa yang mengguakan
bahasa Procedural dan OOP adalah PHP dan JavaScript
Kelebihan Procedural Programing dibanding OOP
1.
To-the-point, kita bisa
langsung menuliskan code yang kita inginkan, sedangkan OOP kita harus
mendefinisikannya terlebih dahulu.
2.
Simplicity, Procedural
Programing lebih mudah dibaca oleh interpreter dan compiler.
3.
Karena bentuknya linear,
Procedural programing lebih mudah menemukan error pada program yang kita buat.
4.
Penggunaan memori pada
Procedural Programing lebih sedikit dibanding OOP karena bentuknya yang
To-the-point dan juga lebih cepat dalam eksekusinya.
Karakteristik OOP (Object Oriented Programing)
- Menyususn program dan struktur data sebagai objek
- Objek memiliki peran penting, karena semua dibuat dari
objek yang merupakan untit dasar dari program
- kita bisa menyimpan data nilai atau perilaku dalam
objek yang bisa kita sebut juga property atau menthod.
- Objek akan berinteraksi, seperti contohnya kita membuat
banyak objek maka objek-objek tersebut akan berinteraksi satu sama lain.
- Bahasa pemrograman yang menggunakan OOP yaitu, Ruby,
Java, Python, C++, JavaScript, PHP5.
Kelebihan OOP (Object Oriented Programing)
1.
Bisa mempresentasikan
dunia nyata yang nantinya akan menjadi kebutuhan program kita.
2.
Memiliki enkapsulasi dan
abstraksi data. Enkapsulasi pada OOP berguna untuk membuat program kita aman
dan tidak bisa diakses oleh bagian lain pada program kita, sedangkan absraksi
data berguna untuk membudahkan kita menyembunyikan kerumitan pada program kita.
3.
Reusability, kita bisa
menggunakan objek yang sudah kita buat secara berulang-ulang.
4.
Dalam skalabilitas dan
ekstensibilitas menggunakan OOP lebih memudahkan pengembang untuk mengembangkan
program.
5.
Mudah dalam pengelolaan.
6.
OOP lebih
direkomendasikan untuk pembuatan program kolaborasi tim.
7.
Konsep OOP digunakan
pada framework,
Procedural vs Object Oriented Programing
Setiap gaya programing memiliki
fokusnya masing-masing. Jika ingin membuat projek sendiri, Procedural
programing akan lebih direkomendasikan, sedangkan jika ingin membuat projek
dengan kolaborasi tim OOP lebih direkomendasikan .
Konsep OOP yang akan dipelajari (kususnya pada
PHP).
1.
Class dan Object.
2.
Property dan Menthod
3.
Constructor.
4.
Object type (Tipe data
sendiri)
5.
Inheritance (Objek yang
bisa mewarisi satu sama lain)
6.
Visibility atau Access
Modifer (Data yang tidak bisa sembarangan diakses oleh objek lain)
7.
Setter dan Getter
(Property dan Menthod yang tidak bisa sembarang di ganti)
8.
Static Method.
OOP vs Procedural Programing
|
OOP |
Procedural
Programing |
|
Harus di definisikan tersebih
dahulu |
To-The-Point |
|
Kapasitas memori lebih besar |
Kapasitas memori lebih kecil
karena bersifat to-the-point |
|
OOP memudahkan kolaborasi Tim |
Procedural lebih bersifat
Individual |
|
Menyusun program dan struktur data
sebagai objek |
Memecah program menjadi
bagian-bagian kecil |
|
Bagian-bagian kecil pada OOP
disebut Objek |
Bagian-bagian kecil dalam
procedural disebut prosedur, subroutine atau function |
PHP dan JavaScript
PHP merupakan bahasa pemrograman web yang
bergerak disisi Server sedangkan JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang
bergerak disisi Client.
Persamaan PHP dan JavaScript
1.
Sama-sama bergerak
dibidang pembuatan website
2.
Dapat menghasilkan
halaman website yang dinamis
3.
Variabel nya sam-sama
bisa berupa teks atau angka yang nilainya bisa berubah
4.
Mudah dalam mengakses
data
5.
Sama-sama disisipkan
pada skrip HTML.
Perbedaan PHP dan JavaScript
|
JavaScript |
PHP |
|
Bergerak disisi Client |
Bergerak disisi server |
|
Tidak perlu menyediakan server
tertentu |
Harus menyediakan web server, PHP
server dan database server |
|
Dapat dijalankan hanya menggunakan
browser |
Memerlukan server-server tertentu |
|
Tidak dapat terhubung dengan
database |
Dapat terhubung dengan data base |
|
Dapat memudahkan mengetahui error,
karena error ditampilkan pada tab console. |
Error tidak diketahui sehingga
cukup sulit mengetahui error |
Komentar
Posting Komentar